Bolehkah mengatakan “seandainya”

Pertanyaan : Bolehkah mengucapkan kata “seandainya” (bahasa Arab : Lau)

Syaikh Masyhur Hasan Salman menjawab :

Tidaklah setiap kata “seandainya” itu akan membuka pintu-pintu syaithan dan terlarang hukumnya. Yang terlarang adalah setiap kata “seandainya” yang bermaksud untuk menolak takdir (ketentuan) Alloh. Sedangkan kata “walaupun” yang digunakan sebagai pengharapan, maka boleh hukumnya. Sebagai contohnya misalnya anda mengatakan, “Seandainya aku memiliki harta niscaya akan aku bangun masjid” atau” seandainya aku seorang yang berilmu niscaya akan aku ajarkan kitab ini”. Jika seperti ini keadaannya maka diperbolehkan.

Alloh Ta’ala berfirman :

وَلَوْ أَنَّهُمْ آمَنُواْ واتَّقَوْا لَمَثُوبَةٌ مِّنْ عِندِ اللَّه خَيْرٌ لَّوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ

“Seandainya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan Sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka Mengetahui.” (QS al-Baqoroh : 103)

لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعاً مَّا أَلَّفَتْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَـكِنَّ اللّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Walaupun seandainya kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah Telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya dia Maha gagah lagi Maha Bijaksana.” (QS al-Anfal : 63)

قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ

“Luth berkata: “Seandainya Aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau Aku dapat berlindung kepada keluarga yang Kuat (tentu Aku lakukan).” (QS Hud : 80)

Sumber : Situs al-Menhaj

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Tanggapan

Belum ada tanggapan.

Beri Tanggapan

(Harus Diisi)

(Harus Diisi)