Apakah Lembaga Islam Seperti MUI Dikenal Islam?

Pertanyaan :

assalamualaikum
saya mohon dg sangat pencerahannya, pertanyaan saya adl: apakah dalam hukum islam dikenal adanya lembaga yg dpt membuat ketentuan hukum islam layaknya MUI di Indonesia dan apa dasar hukum islamnya? pencerahan atas pertanyaan saya sangat berarti demi menambah wawasan saya di bidang islam. terimakasih

wassalammualaikum

Jawaban :

Wa’alaikumus Salam warohmatullahi wabarokatuh

Tidak mengapa di dalam Islam dibentuk suatu lembaga (ha`iah), baik itu lembaga fatwa yang menghimpun para ulama (mufti), lembaga studi, dakwah atau semisalnya, selama di dalam perkara yang disyariatkan, bahkan hal ini termasuk dalam bab Ta’âwun (tolong menolong). Alloh Ta’ala berfirman :

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS al-Mâ`idah : 2)

Al-Hafizh Ibnu Katsir Rahimahullahu berkata di dalam Tafsir Al-Qur’anil Azhim (II/7) menafsirkan ayat tadi di atas : “Alloh Ta’ala memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin agar saling bekerjasama di dalam aktivitas kebaikan dan ini merupakan suatu kebajikan (al-Birr) dan agar meninggalkan kemungkaran dan ini merupakan at-Taqwa. Alloh melarang mereka dari saling bahu membahu di dalam kebatilan dan tolong menolong di dalam perbuatan dosa dan keharaman.”

Lembaga ulama semisal MUI (Majelis Ulama Indonesia) di Indonesia, al-Lajnah ad-Dâ`imah lil Ifta` (Komisi Tetap Pemberi Fatwa) Arab Saudi, Ha`iah Kibâr al-‘Ulamâ` dan selainnya yang ada di hampir seluruh negara, merupakan suatu hal yang diperbolehkan di dalam Islam. Bahkan diperlukan dan dibutuhkan eksistensinya di dalam memecahkan permasalahan-permasalahan ummat.

Dan menurut kami, pertanyaan anda yang menyatakan “lembaga yang membuat ketentuan hukum Islam” kurang tepat. Lembaga-lembaga ini tidak membuat ketentuan hukum Islam, namun mereka membahas dan mengeluarkan fatwa atas suatu kejadian/peristiwa berdasarkan ketentuan-ketentuan hukum Islam. Jadi, MUI atau lembaga perhimpunan Ulama lainnya, bukanlah badan legislatif yang berhak membuat undang-undang atau hukum. Namun, mereka hanya mengeluarkan fatwa dan keputusan agama atas suatu peristiwa/kejadian berdasarkan kaidah syar’iyyah.

Keberadaan para ulama sangat dibutuhkan oleh ummat, sebab mereka adalah ahli ilmu yang disebutkan oleh Allôh Ta’ala dalam firman-Nya :

فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui” (QS an-Nahl : 43)

Orang-orang yang mempunyai pengetahuan atau ahlu adz-dzikr di sini adalah para ulama yang mengetahui tentang hukum syariat Islam dan Kitabullâh.

Wallohu a’lam bish showab.

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Tanggapan

Belum ada tanggapan.

Beri Tanggapan

(Harus Diisi)

(Harus Diisi)